Dosen Harus Mau Terus Belajar
Dosen memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mencapai potensi akademis mereka dan berkontribusi pada pengembangan pengetahuan. Fitri Nur Ardiantika, S.I.Kom, M.Si mengatakan bahwa menjadi dosen bukan cuman sekedar mengajar, tapi juga memiliki berbagai tantangan.
Dosen kelahiran tahun 1990 ini menempuh pendidikan tahun 2007 - 2010 D3 Bahasa Jerman di Universitas Indonesia, lalu di lanjut tahun 2010 - 2013 S1 komunikasi jurusan public relation LS, LSPR, dan melanjutkan S2 komunikasi jurusan media manajemen pada tahun 2013 - 2015.
Fitri Nur Ardiantika, S.I.Kom, M.Si mengawali karier sebagai dosen part-time di perguruan tinggi swasta, dan menjadi dosen tetap jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan di Politeknik Negeri Jakarta tahun 2022, beliau mengawali tugasnya sebagai pembimbing akademik mahasiswa penerbitan jurnalistik.
Fitri menjelaskan tantangan terberat menjadi dosen adalah harus terus belajar, memikirkan materi dan ilmu terbaru yang harus di sampaikan, juga harus menghubungkan tiga hal menjadi satu, yaitu ilmu pengetahuan dengan teknologi yang sekarang semakin maju dan dengan kebutuhan di industri kerja.
Fitri juga mengatakan bahwa dirinya sedikit terkejut ketika menjadi dosen tetap yang harus menyusun jadwal, pelatihan, pengabdian agar berguna bagi masyarakat, sehingga harus terus belajar. Menurut Fitri tantangan tersebut dilakukan agar dosen mampu memberi ilmu yang masih berlaku dengan perkembangan zaman.
Salah satu tuntunan seorang dosen adalah menghasilkan sebuah penelitian minimal satu tahun Sekali, itulah yang membuat seorang dosen harus terus belajar lagi dan lagi. Saat ini Fitri sedang melakukan penelitian penulisan Feature bersama dua rekannya yaitu Azmi dan Amalia, juga sedang melakukan penelitian dibidang media, khususnya dibidang semiotika media.
Tuntutan untuk S3 juga jadi tantangan tersendiri bagi dosen Perempuan yang sudah berumah tangga, bagi Fitri hal tersebut harus didiskusikan dan dipikirkan dari jauh-jauh hari bersama pasangan karena harus mengetahui apa konsekuensinya. Fitri mengungkapkan bahwa profesi dosen dan guru adalah perkerjaan yang sangat tepat untuk perempuan karena memiliki waktu yang lebih mudah untuk dibagi.
Walau bukan berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang guru ataupun dosen. Fitri mengaku bahwa menjadi dosen sesuai dengan Fashion dirinya. Hal yang memotivasinya menjadi dosen, karena menurutnya pekerjaan dosen dan guru adalah perkerjaan yang tepat untuk perempuan yang ingin berkeluarga. Selain itu Fitri juga termotivasi dan terinspirasi oleh dosen di kampusnya yang mampu mengembangkan ilmu sekaligus berkontribusi pada industri.
Saat ini Fitri mengajar tujuh kelas pada beberapa mata kuliah seperti Bahasa Indonesia Jurnalistik, Penyuntingan Berita, Dasar-Dasar Jurnalistik dan beberapa lainya. Fitri juga bertugas menjadi pembimbing akademik kelas penerbitan 3A. Dalam wawancara Fitri mengungkapkan rasa bersyukur, karena kelas yang dibimbingnya adalah kelas yang baik.
Menurutnya Menjadi dosen adalah pekerjaan yang ideal, karena bisa meng-update ilmu pengetahuan dan meng-update skill. Walau begitu Fitri mengatakan dirinya tidak ingin jadi guru besar, dia berencana untuk pensiun diumur 50-an dan pindah ke Bandung, ke tempat yang lebih tenang baginya.

Leave a Comment